PTKP ? Pendapatan Tidak Kena Pajak. Apa Itu?

Para Newbie Pajak hehehe harus tahu. Apa sih itu PTKP ? Berdasarkan Undang-Undang No.36 Tahun 2008, PTKP adalah kompenen pengurang dalam menghitung besarnya pajak penghasilan orang pribadi sebagai wajib pajak. Dalam kata lain, PTKP adalah batasan yang ditetapkan pemerintah untuk memungut pajak dari wajib pajak pribadi.

Saat menghitung pajak, PTKP digunakan sebagai komponen pengurang atas penghasilan bruto (penghasilan kotor) yang diperoleh wajib pajak. Dari hasil pengurangan tersebut, Anda akan mendapatkan besaran Penghasilan Kena Pajak. Untuk mendapatkan jumlah pajak terutang (besaran pajak yang harus disetor kepada negara), penghasilan kena pajak yang diperoleh selanjutnya dikalikan dengan tarif pajak berlaku.

Cara Hitung

Kementerian Keuangan menyesuaikan PTKP dengan kondisi perekonomian nasional, sehingga besarannya tidak selalu sama setiap tahun. Berikut contoh perubahan PTKP:


Kebocoran Data Email, Lagi -Lagi Terjadi Kebocoran Akun

PTKP ditentukan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan wajib pajak pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Katagorinya sebagai berikut:

Contoh kasus:

yahya memiliki penghasilan bruto senilai Rp40.000.000. Penghasilan ini diperoleh dari keseluruhan penghasilan selama setahun berupa gaji, upah, tunjangan, dan honorarium.

Untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayar, terlebih dahulu kita harus mendapatkan besaran Penghasilan Kena Pajak. Penghasilan kena pajak bisa diketahui dari penghasilan bruto dikurangi dengan PTKP yang berlaku serta biaya-biaya lainnya.

Apabila wajib pajak adalah orang pribadi, maka tarif PTKP yang berlaku adalah Rp54.000.000. Karena jumlah penghasilan bruto masih berada di bawah PTKP, Wajib Pajak tidak perlu membayar sejumlah uang sebagai wujud pajak.

Contoh kedua adalah sebagai berikut:

Deni memiliki penghasilan bruto Rp250.000.000 per tahun, maka rumus penghitungan tarif pajak penghasilan yang harus dibayarkan adalah penghasilan bruto dikurangi PTKP dan dikalikan dengan tarif pajak progresif yang berlaku.Jadi, Penghasilan Kena Pajak dari Wajib Pajak deni adalah: Rp250.000.000 – Rp54.000.000 yaitu Rp196.000.000. Untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan adalah dengan menggunakan ketentuan pada Pasal 17.

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • 5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000
  • 15% x Rp146.000.000 = Rp21.900.000

Jadi, jumlah pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak adalah Rp24.400.000.

Contoh pertama sangat berbeda daripada contoh kedua, khususnya dalam hal jumlah yang harus dibayar. Pada contoh pertama, wajib pajak hanya perlu memenuhi kewajiban melaporkan SPT tanpa perlu membayar pajak.

Contoh pertama sangat berbeda daripada contoh kedua, khususnya dalam hal jumlah yang harus dibayar. Pada contoh pertama, wajib pajak hanya perlu memenuhi kewajiban melaporkan SPT tanpa perlu membayar pajak.

Share dong gimana pengalaman pertama kalian bayar pajak ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *